Sabtu, 24 April 2010

HANA NURJANAH_IPI_UTS_SEMESTER IV_KELAS A

Nama : Hana Nurjanah
Semester : 4 A
Tugas : Ilmu Pendidikan Islam
NPM : 2008.1036
Dosen : Mulyawan S.Nugraha, M.Ag. M.pd


Jawaban dari soal UTS

1. Komponen- komponen
















Komponen-komponen pendidikan Islam menurut toto Suharto di dalam bukunya yang berjudul Filsafat Pendidikan Islam menyebutkan ada tujuh komponen-komponen pendidikan Islam, yaitu: tujuan, pendidikan, pendidik, dan peserta didik, kurikulum, metode dankonteks pendidikan.
Dibawah ini akan dijelaskan apa yang dimaksud dengan komponen-komponen tersebut:
a.Tujuan
Tujuan pendidikan bersrti apa yang ingin dicapai dengan pendidikan. Dalam istilah lain, Ahmad D marimba yang di kutip dari Abd Halim Soebahar (2002: 18) mengatakan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah terbentuknya kepribadian mualim. Dan menurutnya, bahwa tujuan demikian identik dengan tujuan hidup setiap orang muslim. Adapun tujuan hidup seorang muslim adlah menghamba (ibadah) kepada Allah SWT, hal ini tercantum dalam QS. Ad Dzariyat ayat 56 yang artinya: ”Dan Aku (Allah) tidak menjadikan jin-jin dan manusia melainkan untuk menyembah Aku”
Soebahar, Halim. Abd. 2002. Wawasan Baru Pendidikan Islam. Jakarta : kalam Mulia
b.Pendidik
Menurut Ahmad D. Marimba (1989) yang dikutip Ahmad Syar’i (2005:31) pendidik adalah orang yang memikul pertanggung jawaban untuk mendidik, yaitu manusia dewasa yang karena hak dan kewajiban nya bertanggung jawab tentang pendidikan si terdidik. Seperti yang tercantum dalam Surat Ali Imron ayat 104 yang artinya : ” Hendaklah ada di antara kamu suatu golongan orang-oarang yang meyeru manusia kepada kebaikan, mengajak melakukan yang ma’ruf dan melarangnya melakukan kemungkaran mereka itu adalah orang-orang yang mendapat kemenangan”.
c.Peserta didik
Peserata didik atau anak didik adalah merupakan salah satu faktor pendidikan yang paling penting karena tanpa adanya faktor tersebut, maka pendidikan tidakakan berlangsung. Oleh karena itu faktor anak didik tidak bisa di gantikan oleh faktor yang lain.
Anak didik dapat dicirikan sebagai orang yang tengah memerlukan pengetahuan atau ilmu, bimbingan dan arahan.
QS. An-Nahl: 78
                
Artinya: ”Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
Dalam hadist Rasullulah Saw digambarkan bahwa walaupun seorang anak dilahirkan tidak membawa pengetahuan dan keterampilan tetapi mereka sebenernya membawa potensi atau fitrah. Hal ini sesuai dengan hadist:
Artinya: Tidaklah seseorang dilahirkan kecuali membawa fitrah (potensi),maka orang tuanyalah yang menentukan apkah anak tersebut akan menjadi Yahudi, Nasrani/Majusi. (Riwayat Muslim)
d.Kurikulum
Menurut Hasan Langgulung (1986) yang dikutip Ahmad Syar’i (2005: 31) mendefinisikan kurikulum adalah ”Sejumlah pengalaman pendidikan, kebudayaan, sosial, olahraga dan kesenian yang disediakan sekolah bagi muridnya di dalam dan diluar sekolah dengan maksud menolongnya berkembang secara menyeluruh dalam segala segi dan mengubah tingkah laku mereka sesuai dengan tujuan pendidikan”
e. Pendidikan
Pendidikan merupakan proses pembentukan kecakapan-kecakapan fudemental secara intelektual dan emosional ke arah alam dan sesama manusia. Jhon Dewey yang dikutip Abu Ahmadi dab Nur Uhbiyati (2003: 69)
f.Metode
Metode atau metodik umum pengajara telah membicarakan berbagi kemungkinan metode mengajar yang dapat digunakan guru dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. Adapun jenis-jenis metode mengajar yaitu metode ceramah, tanya jawab, diskusi, metode pemberian tugas dan restisai, guru dapat memilih metode yang paling tepat ia gunakan.
Daftar pustaka:
Soebahar, Halim. Abd. 2002. Wawasan Baru Pendidikan Islam. Jakarta : kalam Mulia
Tafsir, Ahmad.1996. Metodelogi Pengajaran Agama Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Syar’i ,Ahmad. 2005. Filsafat Pendidikan Islam.Jakarta: Pustaka Pirdaus
Suharto, Toto. 2006. Filsafat Pendidikan Islam. Jogyakarta: Ar-Ruzz

2.  a.  4 kompetensi guru adalah sebagai berikut:
Sesuai dengan UU Nomor Nomor 74 tahun 2008, pasal 3, ada empat   kompetensi yang harus dimiliki seorang guru yaitu;
1. Kompetensi pedagogik
Kompetensi pedagogik yang dimaksud yakni kemampuan pemahaman tentang peserta didik secara mendalam dan penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik. Pemahaman tentang peserta didik meliputi pemahaman tentang psikologi perkembangan anak sedangkan Pembelajaran yang mendidik meliputi kemampuan merancang pembelajaran, mengimplementasikan pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
2. Kompetensi Pribadi
Guru sering dianggap sebagai sosok yang memiliki kepribadian ideal. Oleh karena itu, pribadi guru sering dianggap sebagai model atau panutan (yang harus digugu dan ditiru). Sebagai seorang model guru harus memiliki kompetensi yang berhubungan dengan pengembangan kepribadian (personal competencies), di antaranya: (1) kemampuan yang berhubungan dengan pengalaman ajaran agama sesuai dengan keyakinan agama yang dianutnya; (2) kemampuan untuk menghormati dan menghargai antar umat beragama; (3) kemampuan untuk berperilaku sesuai dengan norma, aturan, dan sistem nilai yang berlaku di masyarakat; (4) mengembangkan sifat-sifat terpuji sebagai seorang guru misalnya sopan santun dan tata karma dan; (5) bersikap demokratis dan terbuka terhadap pembaruan dan kritik.
3. Kompetensi Profesional
Kompetensi profesional adalah kompetensi atau kemampuan yang berhubungan dengan penyesuaian tugas-tugas keguruan. Kompetensi ini merupakan kompetensi yang sangat penting. Oleh sebab langsung berhubungan dengan kinerja yang ditampilkan. Oleh sebab itu, tingkat keprofesionalan seorang guru dapat dilihat dari kompetensi sebagai berikut: (1) kemampuan untuk menguasai landasan kependidikan, misalnya paham akan tujuan pendidikan yang harus dicapai baik tujuan nasional, institusional, kurikuler dan tujuan pembelajaran; (2) pemahaman dalam bidang psikologi pendidikan, misalnya paham tentang tahapan perkembangan siswa, paham tentang teori-teori belajar; (3) kemampuan dalam penguasaan materi pelajaran sesuai dengan bidang studi yang diajarkannya; (4) kemampuan dalam mengaplikasikan berbagai metodologi dan strategi pembelajaran; (5) kemampuan merancang dan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar; (6) kemampuan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran; (7) kemampuan dalam menyusun program pembelajaran; (8) kemampuan dalam melaksanakan unsur penunjang, misalnya administrasi sekolah, bimbingan dan penyuluhan dan; (9) kemampuan dalam melaksanakan penelitian dan berpikir ilmiah untuk meningkatkan kinerja.
4. Kompetensi Sosial Kemasyarakatan
Kompetensi ini berhubungan dengan kemampuan guru sebagai anggota masyarakat dan sebagai makhluk sosial, meliputi: (1) kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sejawat untuk meningkatkan kemampuan profesional; (2) kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi-fungsi setiap lembaga kemasyarakatan dan; (3) kemampuan untuk menjalin kerja sama baik secara individual maupun secara kelompok.
  b. Syarat dan ketentuan guru menurut Ilmu Pendidikan Islam
Menurut Munir Mursi (1977: 97), tatkala membicarakan syarat guru kuttab, menyatakan syarat ter penting bagi guru dalam Islam adalah syarat kesgamaan. Dengan demikian, syarat guru dalam Islam adalah sebagai berikut:
1)Umur harus sudah dewasa
2)Kesehatan, harus sehat jasmani dan rohani
3)Keahlian, harus menguasai bidang yang diajarkannya dan menguasai ilmu mendidik (Ilmu mengajar)
4)Harus berkepribadian muslim

Daftar pustaka:
http://irfarazak.ngeblogs.com/2009/11/11/kompetensi-guru-2/, diakses 23 april 2010
Tafsir, Ahmad. 2008. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
3.  Contoh sinergisnya pembinaan akhlaq manusia antara kehidupan keluarga, sekolah dan masyarakat, adalah sebagai berikut:
 Dalam kehidupan berkeluarga seorang peserta didik dididik oleh orang tuanya dengan membiasakan berakhlak baik, seperti adab atau tata krama. Dengan adanya pendidikan di keluarga, maka anak akan terbiasa berakhlak baik dalam kehidupan sekolah dan masyarakat.
Sementara sekolah sebagai child-centered pun membimbing watak dan perkembangan kepribadian peserta didik. Begitu pula masyarakat sebagai community-centered menumbuhkan kesadaran peserta didik akan realitas diri dan lingkungannya (Murtiningsih, 2006:107).
Dengan demikian, ke-3 lembaga tersebut menjadi wahana sinergik yang saling berhubungan satu sama lain. 

Daftar pustaka:
Murtiningsih, Siti. Pendidikan Alat Perlawanan Teori Pendidikan Radikal  Paulo Freire. Magelang:Resist Book, 2006.
 
4. a. Hakikat manusia mencakup pembahasan tentang proses penciptaan manusia, tujuan hidup, kedudukan dan tugas manusia (Toto Suharto, 2006: 86).
1).Proses penciptaan manusia.
      Mengutip dari Musa Asy’arie (1992:62-83) dalam bukunya Manusia Pembentuk Kebudayaan menurut Al-Qur’an, menyebutkan 4 tahap proses penciptaan manusia, yaitu tahap jasad, tahap hayat, tahap ruh, dan tahap nafs (Toto Suharto, 2006:87).

2).Tujuan hidup manusia
Tujuan hidup manusia adalah beribadah kepada Allah dalam segala tingkah lakunya (Q.S. Al-Dzariyat (51):56.

      
Artinya: ”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada- Ku.
3).Kedudukan manusia
Kedudukan manusia menurut Al-Quran adalah khalifah Allah di bumi (Q.S. Al-Baqarah (2):30
              
               
Artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
4).Tugas manusia
Tugas manusia dalam pandangan Islam adalah memakmurkan bumi dengan jalan memanifestasikan potensi Tuhan dalam dirinya.
b. Tujuan pendidikan Islam, tidak boleh tidak, harus terkait dengan tujuan penciptaan manusia. Tujuan penciptaan manusia adalah beribadah/pengabdian kepada Allah (Q.S. Al-Dzariyat (51):56.
      
Artinya: ”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada- Ku”.

c. Upaya yang harus dilakukan oleh manusia agar sesuai dengan tujuan penciptaannya adalah meniatkan segala tingkah laku dalam hidupnya semata-mata untuk mengharapkan ridho-Nya.
 
Daftar pustaka:
 Suharto,Toto. Filsafat Pendidikan Islam. Jogjakarta: Ar-Ruzz, 2006
Soebahar, Halim. Abd. 2002. Wawasan Baru Pendidikan Islam. Jakarta : kalam Mulia

  5. Keterkaitan antara globalisasi,kurikulum pendidikan Islam dan manusia yang bertqwa.
a.Globalisasi adalah suatu teknologi ataupun sain yang menerapkan itu kedalam kehidupan sehari – hari sehingga sain memberikan manfaat bagi kesejahtraan hidup manusia dalmbentuk teknologi namun kemudian berkembangnya teknologi sain juga bekembang dengan dukungan kemajuan teknologi yang dapat berjalan secara sinergis.
b.Kurikulum pendidikan Islam Adalah Merupakan suatu sarana pencapaian belajar dangan mengandung tiga unsur materi yang meliputi ibadah,syariahdan muamalah.
Integrasi dari ke tiga materi tersebut pendidikan Isalam mampu menciptakan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt, rajin beribadah serta memiliki budi pekerti yang baik.
c.Manusia yang bertaqwa adalah manusia yang memiliki segenap kemampuan atau intelegensi, kemudian di tuangkan kedalam proses pengamalan nilai –nilai ketaqwaan yang di dasari oleh pengetahuan tentang Al-qur’an, sebagaimana dikatakan dalam firman Allah surat Al-baqarah
         

Artinya :
” Tiada keraguan didalamnya ( Al-qur’an ) Petunjuk bagi orang yang bertaqwa ”
Taqwa ialah Melaksanakan perintanh-Nya dan menjauhi segala larangannya.
1)Tantangan di era globalisasi ini kita di tuntut untuk mengarahkan manusia, agar tidak terjerumus dan tebuai di dalamnya
2)Dampak di era globalisasi dapat terlihat dari tingkah laku seorang anak terhadap orang tua seorang murid terhadap guru tergantung informasi yang di dapat dari proses globalisasi
3)Kerugian yang di sebabkan adalah dari segi kesopanan dan ahklak lebih rendah di banding sains
4)Keuntungan informasi mudah di ketahui dangan cepat dan akurat karena tersedianya media- media yang memudahkan mencari informasi.
5)Upaya penanganannya dngan cara membimbing dan mengarahkan peserta didik dengan peraktek – peraktek keagamaan sehingga mereka lebih dekat kepada sang khaliq

 
Daftar pustaka:
Setiadi, Rahmat, dkk. 2008.Ilmu Alamiah dasar. Cet I. Sukabumi: Pt Zia Press
Uhbiyati, Nur dan Maman Abd Djalrel.2005. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia

Selasa, 15 Desember 2009

HANA NURJANAH_TUGAS_TPKI_

Nama :Hana Nurjanah
Semester :3 A
Alamat Blog : www.syakuraana@gmail.com

Minat Membaca Di Kalangan Para Ibu

Tadi pagi saya membaca buku karangan Dr. Muhammad bin ‘Abdullah As Sahim yang berjudul 15 Kesalahan Mendididk Anak, didalamnya membahas tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendidik anak agar tigdak terjadi kesalahan seperti: mendidik anak dengan motivasi duniawi, mendidik anak suka mengejek, mendidik anak perempuan mementingkan penampilan dan hal-hal yang lainnya.
Buku tersebut sangat menarik sekali untuk dibaca dan dipahami oleh setiap wanita yang khususnya para ibu rumah tangga. Hal tersebut sangat dikarenakan isinya sangat mudah dipahami dan kalimatnya dikemas dengan sedemikian rupa, yang sesuai dengan realitas.
Budaya membaca dikalangan ibu-ibu memang sangat minim sekali. Hal tersebut disebabkan karena kurang adanya minat untuk membaca dan menganggap bahwa kegiatan membaca merupakan hal yang sangat membosankan. Padahal apabila kita membiasakan aktivitas membaca, hal tersebut merupakan hal yang sangat menyenangkan dan dapat memberikan sebuah pengetahuan yang baru

Kamis, 10 Desember 2009

Nama : Hana Nurjanah
Semester : 3 A
Alamat Blog : www.syakuraana.blogspot.com

MASALAH (1) PENGEMBANGAN (1)
Bila seorang anak tidak di perhatikan oleh orang tuanya, apa jadinya dengan: a) sekolahnya, b) ilmunya, c) pengetahuannya, d) keadaannya di masyarakat, e) dampak pada dirinya sendiri.
1. Apa akibatnya bila seorang anak tidak sekolah?
Jawab: Maka anak tidak akan mendapatkan ilmu.
2. Apa akibatnya bila anak tidak mendapatkan ilmu?
Jawab: Maka anak tidak akan menpunyai pengetahuan.
3. Apa akibatnya bila anak tidak memppunyai pengetahuan?
Jawab: Maka anak akan menjadi bodoh.
4. Apa akibatnya bila anak menjadi bodoh?
Jawab: Maka anak akan mudah di bohongi oleh orang lain.
5. Apa akibatnya bila anak mudah di bohongi oleh orang lain?
Jawab: Maka anak akan selalu dirugikan.


MASALAH (2) PENGEMBANGAN (2)
Orang tua yang tidak memperhatikan anaknya.
1. Kenapa orang tua tidak mau memperhatikan anaknya?
Jawab: Karena awalnya dia tidak mau mempunyai anak.
2. Kenapa orang tua tidak mau mempunyai anak?
Jawab: Karena waktu menikah umurnya masih muda.
3. Kenapa menikah umurnya masih muda?
Jawab: Karena Ia dipaksa menikah oleh orang tuanya.
4. Kenapa dipaksa menikah oleh orang tuanya?
Jawab: Karena Ia tidak melanjutkan sekolah.
5. Kenapa tidak melanjutkan sekolah?
Jawab: Karena orang tuanya tidak mempunyai biaya.

Rabu, 09 Desember 2009

HANA NURJANAH_TIPS 2_HARI KE-2

MASALAH (1) PENGEMBANGAN (1)
Bila seorang guru melakukan korupsi, apa jadinya dengana: a) kepercayaan masyarakat, b) amanah yang diberikan, c) Ilmunya, d) perkembagan pengetahuannya, e) dapak yang akan didapatnya.
1. Apa akibatnya bila kepercayaan masyarkat hilang?
Jawab: maka Ia tidak akan diberi kesempatan untukmendapatkan sebuah amanah.
2. Apa akibatnya bila tidak diberikan sebuah amanah?
Jawab: Maka Ia itu tidak akan bisa mengenmbangkan ilmu yang mereka punya
3. Apa akibatnya bila tidak bisa mengembangkan ilmunya?
Jawab: Maka ilmunya tidak akan pernah bertambah
4. Apa akibatnya bila ilmunya tidak bertambah?
Jawab: Maka mereka akan tertinggal dengan kemajuan zaman sekarang
5. Apa akibatnya bila mereka tertinggal dengan kemajuan zaman sekarang?
Jawab: Maka mereka akan banyak tidak tahu tentang hal baru yang ada disekelilingnya
MASALAH (2) PENGEMBANGAN (2)
Guru melakukan korupsi.
1. Kenapa guru melakukan korupsi?
Jawab: Karena Ia tidak dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya
2. Kenapa guru tidak dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya?
Jawab: Karena mereka merasa upah yang didapatnya kecil
3. Kenapa guru merasa upah yang didapatnya kecil?
Jawab: Karena mereka terlalu banyak membeli barang-barang yang kurang bermanfaat
4. Kenapa guru membeli barang-barang yang kurang bermanfaat?
Jawab: Karena mereka ingin membuat orang lain terkesan kepadanya
5. Kenapa guru membuat orang lain terkesan kepadanya?
Jawab: Karena kesan yang didapatkan mereka dari orang lain akan membuat mereka merasa dihargai

Selasa, 08 Desember 2009

HANA NURJANAH_TIPS 2_HARI KE-1

MASALAH (1) PENGEMBANGAN (1)
Bila seorang Ibu malas membimbing anaknya belajar, apa jadinya dengan: a) belajar anak, b) pelajaran anak, c) membaca anak, d) kemampuan anak, e) hasil yang didapatkan oleh anak
1. Apa akibatnya bila belajar seorang anak terganggu?
Jawab: maka anak itu akan ketinggalan pelajaran.
2. Apa akibatnya bila anak itu ketinggalan pelajaran?
Jawab: maka anak itu akan lambat dalam pelajaran, seperti: menghitung, membaca, menulis, dan yang lainnya.
3. Apa akibatnya bila anak itu lambat dalam membaca?
Jawab: anak itu akan susah untuk dapat membaca
4. Apa akibatnya bila anak itu susah membaca?
Jawab: maka anak itu akan buta huruf atau dengan kata lain anak itu tidak anak bisa membaca
5. Apa akibatnya bila anak itu tidak bisa membaca?
Jawab: maka anak itu tidak akan bisa mebgetahui apa isi dari sebuah bacaan

MASALAH (2) PENGEMBANGAN (2)
Seorang anak menjadi bodoh
1. Kenapa seorang anak menjadi bodoh?
Jawab: Karena anak itu tidak bisa belajar dengan teratur
2. Kenapa anak tidak bisa belajar dengan teratur?
Jawab: Karena mereka lebih tertarik dengan acara televisi dibandingkan dengan belajar
3. Kenapa anak lebih tertarik kepada acara televisi dibandingkan dengan belajar?
Jawab: Karena ada acara televisi dianggap anak lebih menarik dibandingkan dengan belajar
4. Kenapa anak menganggap acara televisi lebih menarik dibandingkan dengan belajar?
Jawab: Karena, anak menganggap bahwa belajar itu hal yang sulit
5. Kenapa anak menganggap bahwa belajar itu hal yang sulit?
Jawab : Karena anak telah tersugesti dengan apa yang telah mereka dengar dari orang-orang yang ada di sekitar mereka

Rabu, 25 November 2009

HANA NURJANAH_Tugas Hari Ke-3

HIKMAH KEBERSAMAAN

Beberapa hari ini saya merasa ada yang aneh dengan teman saya, dia selalu saja kelihatan murung dan selalu menghabiskan waktunya didalam kamar, entah kenapa itu terjadi pada dirinya? Padahal dia merupakan seorang perempuan yang selalu ceria, bahkan selalu membuat lelucon yang sangat menggelitik perut. Pada suatu malam ketika saya dan teman-teman sedang berkumpul sambil bercanda, dia datang dengan raut muka yang tegang dan matanya terlihat berkaca-kaca, seakan-akan dia menahan air matanya hendak jatuh di atas pipinya. Saat itu kami terdiam sejenak ketika melihat keadaannya yang seperti itu, dan kami pun langsung menghampiri dia sambil bertanya “ Ada apa?” tapi dia hanya terdiam tanpa kata sambil menundukkan kepalanya, kami pun merasa kebingungan dengan hal itu.
Sikap dia yang begitu menyedihkan membuat kami penasaran “Sebenarnya apa yang sedang terjadipada dirinya?”. Tidak lama kemudian kami memutuskan untuk mencoba kembali bertanya kepadanya “Ada apa?” dia pun langsung menatap tajam kepada kami dan sejenak suasanapun terasa begitu menegangkan, kami terdiam dan terdengarlah sebuah kalimat yang keluar dari mulutnya “Saya sedang menghadapi masalah yang cukup serius dengan keluarga saya”. Setelah mendengar kabar seperti itu kami langsung melontarkan beberapa pertanyaan kepadanya, yang pada akhirnya kami cukup mengerti permasalahan yang sedang dia hadapi saat ini.
Ketika itu saya dengan teman-teman sejenak meninggalkan dia di dalam kamar dan kami pun berkumpul diruangan depan sambil memikirkan bagaimana solusi yang terbaik untuk masalah yang sedang dia hadapi, karena saat ini dia hanya bisa menangis dan menangis. Mungkin kesalahan yang telah dilakukannya cukup membuat kecewa keluarganya, tetapi menurut kami kesalahanya bukanlah kesalahan yang amat besar sehingga tidak pantaslah untuk di permasalahan terlalu berlarut-larut. Maka dari itu salah satu dari kami mau memberanikan diri untuk memberikan informasi tentang keadaannya kepada keluarganya.
Dan Alhamdulillah, usaha yang telah kami lakukan membuahkan hasil yang sangat menggembirakan, karena setelah mendengar informasi yang telah kami sampaikan, akhirnya keluarganya mau menghubungi teman kami tersebut. Dan di H-1 menjelang hari raya Idul Adha ini dia bisa berkumpul dengan keluarganya seperti yang dia harapkan. Terimakasih Ya Allah…. Engkau telah memberikan jalan yang terbaik bagi kita semua, sehingga kita dapat berkumpul dengan keluarga kami masing-masing dengan keadaan yang sangt menggembirakan. Thank you to Allah SWT.

HANA NURJANAH_Tugas Ke-2

Pentingnya Mempunyai Seorang Teman


Senengnya. . . . Ternyata saya mempunyai teman-teman yang selalu hadir di samping saya ketika saya sedang senang, bahkan mereka selalu hadir di samping saya, untuk memberikan sebuah motivasi, dukungan, serta ide-ide cemerlang ketika saya sedang menghadapi sebuah masalah. . . Dimana masalah tersebut sangat berat ketika hanya dipikul oleh saya seorang.
Tapi perlu diingat bahwa masalah yang saya pikul itu bukanlah dipikul di atas pundak, soalnya bukan berupa barang yang harus dipikul di pundak, tetapi dipikulnya dengan sebuah tanggung jawab, dan tanggung jawab itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk dipikul, itu menurut saya.
Bukti dari kepedulian dari teman-teman saya itu terbukti dengan kejadian tadi sore, ketika saya sedang mencari rekan untuk menyampaikan tentang suatu hal kepada teman-teman di kampus. Sore itu adalah kesempatan terakhir dalam menjelang hari lebaran Idul Adha untuk bisa bertemu dengan teman-teman dan agar dapat menyampaikan maksud saya kepada teman-teman yang ada di kampus tentunya. Walaupun saat itu mereka tidak ikut semua dalam menyampaikan maksud saya pada teman-teman saya yang lain tetapi mereka memberikan suatu hal yang bisa menggugah semangat dalam diri saya. Dan akhirnya saya bisa yakin bahwa saya bisa melakukannya.
Disinilah pentingnya mempunyai seorang teman dalam menjalani kehidupan ini, pandai-pandailah mencari seorang teman agar dimasa yang akan datang mereka tidak menjerumuskan kita kepada hal-hal yang negative, yang nantinya akan memberikan sebuah penyesalan, walaupun penyesalannya tidak seburuk yang kita bayangkan.
Maka dari itu carilah teman sebanyak mungkin dalam menjalani kehidupan ini agar semuanya bisa menjadi mudah dan menyenangkan. Senengnya. . . . Ternyata saya mempunyai teman-teman yang selalu hadir di samping saya ketika saya sedang senang, bahkan mereka selalu hadir di samping saya, untuk memberikan sebuah motivasi, dukungan, serta ide-ide cemerlang ketika saya sedang menghadapi sebuah masalah. . . Dimana masalah tersebut sangat berat ketika hanya di pikul oleh saya seorang.
Tapi perlu di ingat bahwa masalah yang saya pikul itu bukanlah dipikul di atas pundak, soalnya bukan berupa barang yang harus dipikul di pundak, tetapi dipikulnya dengan sebuah tanggung jawab, dan tanggung jawab itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk dipikul.