Nama : Hana Nurjanah
Semester : 4 A
Tugas : Ilmu Pendidikan Islam
NPM : 2008.1036
Dosen : Mulyawan S.Nugraha, M.Ag. M.pd
Jawaban dari soal UTS
1. Komponen- komponen
Komponen-komponen pendidikan Islam menurut toto Suharto di dalam bukunya yang berjudul Filsafat Pendidikan Islam menyebutkan ada tujuh komponen-komponen pendidikan Islam, yaitu: tujuan, pendidikan, pendidik, dan peserta didik, kurikulum, metode dankonteks pendidikan.
Dibawah ini akan dijelaskan apa yang dimaksud dengan komponen-komponen tersebut:
a.Tujuan
Tujuan pendidikan bersrti apa yang ingin dicapai dengan pendidikan. Dalam istilah lain, Ahmad D marimba yang di kutip dari Abd Halim Soebahar (2002: 18) mengatakan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah terbentuknya kepribadian mualim. Dan menurutnya, bahwa tujuan demikian identik dengan tujuan hidup setiap orang muslim. Adapun tujuan hidup seorang muslim adlah menghamba (ibadah) kepada Allah SWT, hal ini tercantum dalam QS. Ad Dzariyat ayat 56 yang artinya: ”Dan Aku (Allah) tidak menjadikan jin-jin dan manusia melainkan untuk menyembah Aku”
Soebahar, Halim. Abd. 2002. Wawasan Baru Pendidikan Islam. Jakarta : kalam Mulia
b.Pendidik
Menurut Ahmad D. Marimba (1989) yang dikutip Ahmad Syar’i (2005:31) pendidik adalah orang yang memikul pertanggung jawaban untuk mendidik, yaitu manusia dewasa yang karena hak dan kewajiban nya bertanggung jawab tentang pendidikan si terdidik. Seperti yang tercantum dalam Surat Ali Imron ayat 104 yang artinya : ” Hendaklah ada di antara kamu suatu golongan orang-oarang yang meyeru manusia kepada kebaikan, mengajak melakukan yang ma’ruf dan melarangnya melakukan kemungkaran mereka itu adalah orang-orang yang mendapat kemenangan”.
c.Peserta didik
Peserata didik atau anak didik adalah merupakan salah satu faktor pendidikan yang paling penting karena tanpa adanya faktor tersebut, maka pendidikan tidakakan berlangsung. Oleh karena itu faktor anak didik tidak bisa di gantikan oleh faktor yang lain.
Anak didik dapat dicirikan sebagai orang yang tengah memerlukan pengetahuan atau ilmu, bimbingan dan arahan.
QS. An-Nahl: 78
Artinya: ”Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
Dalam hadist Rasullulah Saw digambarkan bahwa walaupun seorang anak dilahirkan tidak membawa pengetahuan dan keterampilan tetapi mereka sebenernya membawa potensi atau fitrah. Hal ini sesuai dengan hadist:
Artinya: Tidaklah seseorang dilahirkan kecuali membawa fitrah (potensi),maka orang tuanyalah yang menentukan apkah anak tersebut akan menjadi Yahudi, Nasrani/Majusi. (Riwayat Muslim)
d.Kurikulum
Menurut Hasan Langgulung (1986) yang dikutip Ahmad Syar’i (2005: 31) mendefinisikan kurikulum adalah ”Sejumlah pengalaman pendidikan, kebudayaan, sosial, olahraga dan kesenian yang disediakan sekolah bagi muridnya di dalam dan diluar sekolah dengan maksud menolongnya berkembang secara menyeluruh dalam segala segi dan mengubah tingkah laku mereka sesuai dengan tujuan pendidikan”
e. Pendidikan
Pendidikan merupakan proses pembentukan kecakapan-kecakapan fudemental secara intelektual dan emosional ke arah alam dan sesama manusia. Jhon Dewey yang dikutip Abu Ahmadi dab Nur Uhbiyati (2003: 69)
f.Metode
Metode atau metodik umum pengajara telah membicarakan berbagi kemungkinan metode mengajar yang dapat digunakan guru dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. Adapun jenis-jenis metode mengajar yaitu metode ceramah, tanya jawab, diskusi, metode pemberian tugas dan restisai, guru dapat memilih metode yang paling tepat ia gunakan.
Daftar pustaka:
Soebahar, Halim. Abd. 2002. Wawasan Baru Pendidikan Islam. Jakarta : kalam Mulia
Tafsir, Ahmad.1996. Metodelogi Pengajaran Agama Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Syar’i ,Ahmad. 2005. Filsafat Pendidikan Islam.Jakarta: Pustaka Pirdaus
Suharto, Toto. 2006. Filsafat Pendidikan Islam. Jogyakarta: Ar-Ruzz
2. a. 4 kompetensi guru adalah sebagai berikut:
Sesuai dengan UU Nomor Nomor 74 tahun 2008, pasal 3, ada empat kompetensi yang harus dimiliki seorang guru yaitu;
1. Kompetensi pedagogik
Kompetensi pedagogik yang dimaksud yakni kemampuan pemahaman tentang peserta didik secara mendalam dan penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik. Pemahaman tentang peserta didik meliputi pemahaman tentang psikologi perkembangan anak sedangkan Pembelajaran yang mendidik meliputi kemampuan merancang pembelajaran, mengimplementasikan pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
2. Kompetensi Pribadi
Guru sering dianggap sebagai sosok yang memiliki kepribadian ideal. Oleh karena itu, pribadi guru sering dianggap sebagai model atau panutan (yang harus digugu dan ditiru). Sebagai seorang model guru harus memiliki kompetensi yang berhubungan dengan pengembangan kepribadian (personal competencies), di antaranya: (1) kemampuan yang berhubungan dengan pengalaman ajaran agama sesuai dengan keyakinan agama yang dianutnya; (2) kemampuan untuk menghormati dan menghargai antar umat beragama; (3) kemampuan untuk berperilaku sesuai dengan norma, aturan, dan sistem nilai yang berlaku di masyarakat; (4) mengembangkan sifat-sifat terpuji sebagai seorang guru misalnya sopan santun dan tata karma dan; (5) bersikap demokratis dan terbuka terhadap pembaruan dan kritik.
3. Kompetensi Profesional
Kompetensi profesional adalah kompetensi atau kemampuan yang berhubungan dengan penyesuaian tugas-tugas keguruan. Kompetensi ini merupakan kompetensi yang sangat penting. Oleh sebab langsung berhubungan dengan kinerja yang ditampilkan. Oleh sebab itu, tingkat keprofesionalan seorang guru dapat dilihat dari kompetensi sebagai berikut: (1) kemampuan untuk menguasai landasan kependidikan, misalnya paham akan tujuan pendidikan yang harus dicapai baik tujuan nasional, institusional, kurikuler dan tujuan pembelajaran; (2) pemahaman dalam bidang psikologi pendidikan, misalnya paham tentang tahapan perkembangan siswa, paham tentang teori-teori belajar; (3) kemampuan dalam penguasaan materi pelajaran sesuai dengan bidang studi yang diajarkannya; (4) kemampuan dalam mengaplikasikan berbagai metodologi dan strategi pembelajaran; (5) kemampuan merancang dan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar; (6) kemampuan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran; (7) kemampuan dalam menyusun program pembelajaran; (8) kemampuan dalam melaksanakan unsur penunjang, misalnya administrasi sekolah, bimbingan dan penyuluhan dan; (9) kemampuan dalam melaksanakan penelitian dan berpikir ilmiah untuk meningkatkan kinerja.
4. Kompetensi Sosial Kemasyarakatan
Kompetensi ini berhubungan dengan kemampuan guru sebagai anggota masyarakat dan sebagai makhluk sosial, meliputi: (1) kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sejawat untuk meningkatkan kemampuan profesional; (2) kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi-fungsi setiap lembaga kemasyarakatan dan; (3) kemampuan untuk menjalin kerja sama baik secara individual maupun secara kelompok.
b. Syarat dan ketentuan guru menurut Ilmu Pendidikan Islam
Menurut Munir Mursi (1977: 97), tatkala membicarakan syarat guru kuttab, menyatakan syarat ter penting bagi guru dalam Islam adalah syarat kesgamaan. Dengan demikian, syarat guru dalam Islam adalah sebagai berikut:
1)Umur harus sudah dewasa
2)Kesehatan, harus sehat jasmani dan rohani
3)Keahlian, harus menguasai bidang yang diajarkannya dan menguasai ilmu mendidik (Ilmu mengajar)
4)Harus berkepribadian muslim
Daftar pustaka:
http://irfarazak.ngeblogs.com/2009/11/11/kompetensi-guru-2/, diakses 23 april 2010
Tafsir, Ahmad. 2008. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
3. Contoh sinergisnya pembinaan akhlaq manusia antara kehidupan keluarga, sekolah dan masyarakat, adalah sebagai berikut:
Dalam kehidupan berkeluarga seorang peserta didik dididik oleh orang tuanya dengan membiasakan berakhlak baik, seperti adab atau tata krama. Dengan adanya pendidikan di keluarga, maka anak akan terbiasa berakhlak baik dalam kehidupan sekolah dan masyarakat.
Sementara sekolah sebagai child-centered pun membimbing watak dan perkembangan kepribadian peserta didik. Begitu pula masyarakat sebagai community-centered menumbuhkan kesadaran peserta didik akan realitas diri dan lingkungannya (Murtiningsih, 2006:107).
Dengan demikian, ke-3 lembaga tersebut menjadi wahana sinergik yang saling berhubungan satu sama lain.
Daftar pustaka:
Murtiningsih, Siti. Pendidikan Alat Perlawanan Teori Pendidikan Radikal Paulo Freire. Magelang:Resist Book, 2006.
4. a. Hakikat manusia mencakup pembahasan tentang proses penciptaan manusia, tujuan hidup, kedudukan dan tugas manusia (Toto Suharto, 2006: 86).
1).Proses penciptaan manusia.
Mengutip dari Musa Asy’arie (1992:62-83) dalam bukunya Manusia Pembentuk Kebudayaan menurut Al-Qur’an, menyebutkan 4 tahap proses penciptaan manusia, yaitu tahap jasad, tahap hayat, tahap ruh, dan tahap nafs (Toto Suharto, 2006:87).
2).Tujuan hidup manusia
Tujuan hidup manusia adalah beribadah kepada Allah dalam segala tingkah lakunya (Q.S. Al-Dzariyat (51):56.
Artinya: ”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada- Ku.
3).Kedudukan manusia
Kedudukan manusia menurut Al-Quran adalah khalifah Allah di bumi (Q.S. Al-Baqarah (2):30
Artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
4).Tugas manusia
Tugas manusia dalam pandangan Islam adalah memakmurkan bumi dengan jalan memanifestasikan potensi Tuhan dalam dirinya.
b. Tujuan pendidikan Islam, tidak boleh tidak, harus terkait dengan tujuan penciptaan manusia. Tujuan penciptaan manusia adalah beribadah/pengabdian kepada Allah (Q.S. Al-Dzariyat (51):56.
Artinya: ”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada- Ku”.
c. Upaya yang harus dilakukan oleh manusia agar sesuai dengan tujuan penciptaannya adalah meniatkan segala tingkah laku dalam hidupnya semata-mata untuk mengharapkan ridho-Nya.
Daftar pustaka:
Suharto,Toto. Filsafat Pendidikan Islam. Jogjakarta: Ar-Ruzz, 2006
Soebahar, Halim. Abd. 2002. Wawasan Baru Pendidikan Islam. Jakarta : kalam Mulia
5. Keterkaitan antara globalisasi,kurikulum pendidikan Islam dan manusia yang bertqwa.
a.Globalisasi adalah suatu teknologi ataupun sain yang menerapkan itu kedalam kehidupan sehari – hari sehingga sain memberikan manfaat bagi kesejahtraan hidup manusia dalmbentuk teknologi namun kemudian berkembangnya teknologi sain juga bekembang dengan dukungan kemajuan teknologi yang dapat berjalan secara sinergis.
b.Kurikulum pendidikan Islam Adalah Merupakan suatu sarana pencapaian belajar dangan mengandung tiga unsur materi yang meliputi ibadah,syariahdan muamalah.
Integrasi dari ke tiga materi tersebut pendidikan Isalam mampu menciptakan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt, rajin beribadah serta memiliki budi pekerti yang baik.
c.Manusia yang bertaqwa adalah manusia yang memiliki segenap kemampuan atau intelegensi, kemudian di tuangkan kedalam proses pengamalan nilai –nilai ketaqwaan yang di dasari oleh pengetahuan tentang Al-qur’an, sebagaimana dikatakan dalam firman Allah surat Al-baqarah
Artinya :
” Tiada keraguan didalamnya ( Al-qur’an ) Petunjuk bagi orang yang bertaqwa ”
Taqwa ialah Melaksanakan perintanh-Nya dan menjauhi segala larangannya.
1)Tantangan di era globalisasi ini kita di tuntut untuk mengarahkan manusia, agar tidak terjerumus dan tebuai di dalamnya
2)Dampak di era globalisasi dapat terlihat dari tingkah laku seorang anak terhadap orang tua seorang murid terhadap guru tergantung informasi yang di dapat dari proses globalisasi
3)Kerugian yang di sebabkan adalah dari segi kesopanan dan ahklak lebih rendah di banding sains
4)Keuntungan informasi mudah di ketahui dangan cepat dan akurat karena tersedianya media- media yang memudahkan mencari informasi.
5)Upaya penanganannya dngan cara membimbing dan mengarahkan peserta didik dengan peraktek – peraktek keagamaan sehingga mereka lebih dekat kepada sang khaliq
Daftar pustaka:
Setiadi, Rahmat, dkk. 2008.Ilmu Alamiah dasar. Cet I. Sukabumi: Pt Zia Press
Uhbiyati, Nur dan Maman Abd Djalrel.2005. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia
Sabtu, 24 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar