Pentingnya Mempunyai Seorang Teman
Senengnya. . . . Ternyata saya mempunyai teman-teman yang selalu hadir di samping saya ketika saya sedang senang, bahkan mereka selalu hadir di samping saya, untuk memberikan sebuah motivasi, dukungan, serta ide-ide cemerlang ketika saya sedang menghadapi sebuah masalah. . . Dimana masalah tersebut sangat berat ketika hanya dipikul oleh saya seorang.
Tapi perlu diingat bahwa masalah yang saya pikul itu bukanlah dipikul di atas pundak, soalnya bukan berupa barang yang harus dipikul di pundak, tetapi dipikulnya dengan sebuah tanggung jawab, dan tanggung jawab itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk dipikul, itu menurut saya.
Bukti dari kepedulian dari teman-teman saya itu terbukti dengan kejadian tadi sore, ketika saya sedang mencari rekan untuk menyampaikan tentang suatu hal kepada teman-teman di kampus. Sore itu adalah kesempatan terakhir dalam menjelang hari lebaran Idul Adha untuk bisa bertemu dengan teman-teman dan agar dapat menyampaikan maksud saya kepada teman-teman yang ada di kampus tentunya. Walaupun saat itu mereka tidak ikut semua dalam menyampaikan maksud saya pada teman-teman saya yang lain tetapi mereka memberikan suatu hal yang bisa menggugah semangat dalam diri saya. Dan akhirnya saya bisa yakin bahwa saya bisa melakukannya.
Disinilah pentingnya mempunyai seorang teman dalam menjalani kehidupan ini, pandai-pandailah mencari seorang teman agar dimasa yang akan datang mereka tidak menjerumuskan kita kepada hal-hal yang negative, yang nantinya akan memberikan sebuah penyesalan, walaupun penyesalannya tidak seburuk yang kita bayangkan.
Maka dari itu carilah teman sebanyak mungkin dalam menjalani kehidupan ini agar semuanya bisa menjadi mudah dan menyenangkan. Senengnya. . . . Ternyata saya mempunyai teman-teman yang selalu hadir di samping saya ketika saya sedang senang, bahkan mereka selalu hadir di samping saya, untuk memberikan sebuah motivasi, dukungan, serta ide-ide cemerlang ketika saya sedang menghadapi sebuah masalah. . . Dimana masalah tersebut sangat berat ketika hanya di pikul oleh saya seorang.
Tapi perlu di ingat bahwa masalah yang saya pikul itu bukanlah dipikul di atas pundak, soalnya bukan berupa barang yang harus dipikul di pundak, tetapi dipikulnya dengan sebuah tanggung jawab, dan tanggung jawab itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk dipikul.
Rabu, 25 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar